السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Taqabalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faidzin.. Selamat lebaran ya, maaf lahir bathin..
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Taqabalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faidzin.. Selamat lebaran ya, maaf lahir bathin..
Kemana kalian lebaran tahun ini?? Silaturahim ke rumah saudara? Udah pasti lah ya. Yang membuat lebaran kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya salah satunya adalah cuti bersama yang panjang banget (lumayan liburan satu minggu). Dan ada lagi yang bikin beda, akhirnya gw keluar dari sarang untuk liburan #iyeeiii..
Seperti yang pernah gw bahas di postingan gw sebelumnya (di sini), gw jarang liburan keluar rumah. Dan kali ini, karena liburannya lama dan ada yang ngajak, jadilah gw keluar dari sarang yang indah (a.k.a Kamar) ini menuju Ujung Genteng.
Ujung Genteng adalah kawasan pantai di Indonesia yang terletak di semenanjung barat daya Pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Wilayah Ujung Genteng masuk ke dalam kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (sumber : wikipedia)
Episode 1 : Ujung Genteng, berangkaaaatttt...
Di postingan kali ini gw mau ceritain perjalanan menuju ujung gentengnya. Ceritanya pada suatu hari di bulan puasa, gw tiba-tiba di invite sama temen gw di grup whatsapp yang ternyata disitu gw diajak untuk liburan ke ujung genteng setelah lebaran. Berhubung gw gak mudik dan sepertinya gak ada keperluan lain pada tanggal itu, jadi lah gw meng-iya-kan untuk ikut serta di petualangan mereka.
Setelah di tung-itung-itang-itung kita dapet budget sekian ratus ribu per orang (oh, iya. Total budget akan gw bahas di postingan terakhir yaa..). Langsung beli tiket ke sukabumi untuk tanggal 29 Juni 2017.
Hari Ke 1 - 29 Juni 2017 :
1. Manggarai - Bogor
Pertama-tama, kami berkumpul di stasiun manggarai pukul 04.00 WIB pagi. Kami naik commuter line dari stasiun manggarai (pukul 05.00 WIB) menuju stasiun bogor (sampai sekitar pukul 07.00 WIB).
2. Bogor - Sukabumi
Sampai di bogor, kami langsung menuju stasiun paledang. Stasiun paledang ini gak jauh dari stasiun bogor, tinggal naik jembatan penyeberangan yang ada di depan stasiun bogor, trus nyeberang lagi dari depan lapas, trus jalan ke arah belakang KFC. Stasiunnya sih memang gak terlalu besar, cuma ada 1 jalur kereta disitu.
Karena kami lapar dan belum sarapan (secara berangkatnya aja subuh) jadi kami memutuskan untuk makan di sana. Di samping stasiun ada satu tempat makan dengan beberapa menu (kayak semacam halaman rumah yang disulap jadi kantin gitu), ada soto mie, nasi goreng, bakso, dan lain-lain.
Oh iya, dari stasiun paledang ini kami naik kereta Pangrango pukul 08.00 WIB.
3. Sukabumi - Terminal Lembur Situ
Ceritanya udah sampe di sukabumi nih. Kami sampai kira-kira jam 10an. Karena prediksi akan susah cari toilet, jadi kami menunaikan tugas suci a.k.a buang air kecil di toilet stasiun, soalnya kita gak tau kapan akan ketemu toilet lagi di jalan.
Dari stasiun jalan ke kiri, ke arah luar pasar buat naik angkot kuning (lupa nomor berapa). Estimasi waktu kira-kira 45 menit kami sampai di terminal lembur situ, itu perhentian terakhirnya si angkot kuning ini.
4. Lembur Situ - Surade
Dari teminal lembur situ, kami lanjut naik semacem mini bus gitu namanya Elf (bukan elf nya lord of the rings, bukan fans super junior juga. Tapi ini kendaraan,, yap). Untuk hari biasa, ongkos Elf harusnya cuma 35000 rupiah per orang. Tapi karena kami pergi pas lagi musim liburan, jadi ongkosnya melonjak jadi 50000 per orang.
Bukan ongkosnya aja yang melonjak, penumpang di dalem juga ikut melonjak a.k.a loncat-loncat. Kenapa? FYI jalanan menuju surade itu benar-benar menantang dan PR banget. Jalanannya itu berkelok-kelok berliku-liku, di pinggirnya ada jurang, dan gak rata (dapet cerita dari teman yang pernah kesana, jalanannya emang dari dulu begitu). Buat yang duduk di depan mungkin goyangannya irit, tapi buat kami si tiga dara yang duduk di belakang ituuhhh rasanyaaaa... kaya dangdutan nonstop 4 jam. Mual?? jangan tanya.
Obatnya sebenernya harus tidur, tapi mana bisa tidur coyy??? Supirnya itu kayaknya stunt man fast furious deh, nyetirnya maaakkk, mana ngomel muluk di jalan. Semakin mendekatkan kami kepada Yang Maha Kuasa, terima kasih pak supir.
5. Surade - Ujung Genteng
Turun dari Elf, muka gw pucet abis. Yang lain sih cuma agak lemes aja, apa gw yang lebay?
Anyway, kita lanjut naik angkot warna merah dari surade situ. Ongkos sampe ujung genteng seharusnya 12000 per orang, tapi salah satu temen coba ngeloby si pak supir jadi 15000 per orang tapi untungnya kita di anterin sampe depan pintu penginapan. yeeeyyy..
Plus berita bagusnya, si pak supir (namanya Pak Adang) bersedia disewa angkotnya dan nyupirin sampe kita pulang ke surade.
Kami sampai sekitar pukul 14.00 WIB. Jadi kalo ditotal, perjalanan berangkat Jakarta - Ujung Genteng adalah 9 jam (prok..prok..prok). Sampe penginapan kami istirahat, makan sore, iseng jalan-jalan dikit di Pantai Cibuaya.
Oiya, penginapannya itu lokasinya persis di depan pantai cibuaya. Jadi di pinggi pantai cibuaya itu banyak banget penginapan dengan bentuk rumah. Dan seperti yang kita perkirakan (berhubung lagi musim libur) semua penginapan penuh.
Menjelang sore, kami memilih untuk jalan-jalan ke pantai dan menunggu sunset. Yang cewe-cewe foto-foto diri sendiri, para lelaki foto-foto pemandangannya.
Setelah lelah kami duduk di salah satu batang pohon di dekat pantai. Sambil bercanda dan tertawa kami menyaksikan matahari yang mulai menghilang di ujung langit. Matahari terbenam, langit orange menjadi gelap, hari berakhir dan kami beristirahat untuk melanjutkan petualangan esok hari.
to be continue..
Episode 1 : Ujung Genteng, berangkaaaatttt...
Di postingan kali ini gw mau ceritain perjalanan menuju ujung gentengnya. Ceritanya pada suatu hari di bulan puasa, gw tiba-tiba di invite sama temen gw di grup whatsapp yang ternyata disitu gw diajak untuk liburan ke ujung genteng setelah lebaran. Berhubung gw gak mudik dan sepertinya gak ada keperluan lain pada tanggal itu, jadi lah gw meng-iya-kan untuk ikut serta di petualangan mereka.
Setelah di tung-itung-itang-itung kita dapet budget sekian ratus ribu per orang (oh, iya. Total budget akan gw bahas di postingan terakhir yaa..). Langsung beli tiket ke sukabumi untuk tanggal 29 Juni 2017.
Hari Ke 1 - 29 Juni 2017 :
1. Manggarai - Bogor
Pertama-tama, kami berkumpul di stasiun manggarai pukul 04.00 WIB pagi. Kami naik commuter line dari stasiun manggarai (pukul 05.00 WIB) menuju stasiun bogor (sampai sekitar pukul 07.00 WIB).
2. Bogor - Sukabumi
Sampai di bogor, kami langsung menuju stasiun paledang. Stasiun paledang ini gak jauh dari stasiun bogor, tinggal naik jembatan penyeberangan yang ada di depan stasiun bogor, trus nyeberang lagi dari depan lapas, trus jalan ke arah belakang KFC. Stasiunnya sih memang gak terlalu besar, cuma ada 1 jalur kereta disitu.
Karena kami lapar dan belum sarapan (secara berangkatnya aja subuh) jadi kami memutuskan untuk makan di sana. Di samping stasiun ada satu tempat makan dengan beberapa menu (kayak semacam halaman rumah yang disulap jadi kantin gitu), ada soto mie, nasi goreng, bakso, dan lain-lain.
Oh iya, dari stasiun paledang ini kami naik kereta Pangrango pukul 08.00 WIB.
![]() |
| Stasiun Paledang - Petualangan 5 Jomblo ^_^ |
Di kereta ini ada banyak loh yang bisa kalian lakukan. Ngobrol, udah pasti. Kami ketemu sama ibu muda yang katanya asli sukabumi dan bawa 2 anak, yang paling kecil umurnya baru beberapa bulan. Dari si teteh itu kami dapet info soal perjalanan yang harus kami ambil beserta rekomendasi tempat wisata disana.
Kegiatan lain?? Sudah pasti : tidur.haha.. Apa lagi sih yang kalian lakukan kalau perjalanannya lama kalau bukan tidur??
![]() |
| Tiga Dara Pelor |
Ceritanya udah sampe di sukabumi nih. Kami sampai kira-kira jam 10an. Karena prediksi akan susah cari toilet, jadi kami menunaikan tugas suci a.k.a buang air kecil di toilet stasiun, soalnya kita gak tau kapan akan ketemu toilet lagi di jalan.
Dari stasiun jalan ke kiri, ke arah luar pasar buat naik angkot kuning (lupa nomor berapa). Estimasi waktu kira-kira 45 menit kami sampai di terminal lembur situ, itu perhentian terakhirnya si angkot kuning ini.
4. Lembur Situ - Surade
Dari teminal lembur situ, kami lanjut naik semacem mini bus gitu namanya Elf (bukan elf nya lord of the rings, bukan fans super junior juga. Tapi ini kendaraan,, yap). Untuk hari biasa, ongkos Elf harusnya cuma 35000 rupiah per orang. Tapi karena kami pergi pas lagi musim liburan, jadi ongkosnya melonjak jadi 50000 per orang.
Bukan ongkosnya aja yang melonjak, penumpang di dalem juga ikut melonjak a.k.a loncat-loncat. Kenapa? FYI jalanan menuju surade itu benar-benar menantang dan PR banget. Jalanannya itu berkelok-kelok berliku-liku, di pinggirnya ada jurang, dan gak rata (dapet cerita dari teman yang pernah kesana, jalanannya emang dari dulu begitu). Buat yang duduk di depan mungkin goyangannya irit, tapi buat kami si tiga dara yang duduk di belakang ituuhhh rasanyaaaa... kaya dangdutan nonstop 4 jam. Mual?? jangan tanya.
Obatnya sebenernya harus tidur, tapi mana bisa tidur coyy??? Supirnya itu kayaknya stunt man fast furious deh, nyetirnya maaakkk, mana ngomel muluk di jalan. Semakin mendekatkan kami kepada Yang Maha Kuasa, terima kasih pak supir.
5. Surade - Ujung Genteng
Turun dari Elf, muka gw pucet abis. Yang lain sih cuma agak lemes aja, apa gw yang lebay?
Anyway, kita lanjut naik angkot warna merah dari surade situ. Ongkos sampe ujung genteng seharusnya 12000 per orang, tapi salah satu temen coba ngeloby si pak supir jadi 15000 per orang tapi untungnya kita di anterin sampe depan pintu penginapan. yeeeyyy..
Plus berita bagusnya, si pak supir (namanya Pak Adang) bersedia disewa angkotnya dan nyupirin sampe kita pulang ke surade.
Kami sampai sekitar pukul 14.00 WIB. Jadi kalo ditotal, perjalanan berangkat Jakarta - Ujung Genteng adalah 9 jam (prok..prok..prok). Sampe penginapan kami istirahat, makan sore, iseng jalan-jalan dikit di Pantai Cibuaya.
Oiya, penginapannya itu lokasinya persis di depan pantai cibuaya. Jadi di pinggi pantai cibuaya itu banyak banget penginapan dengan bentuk rumah. Dan seperti yang kita perkirakan (berhubung lagi musim libur) semua penginapan penuh.
Menjelang sore, kami memilih untuk jalan-jalan ke pantai dan menunggu sunset. Yang cewe-cewe foto-foto diri sendiri, para lelaki foto-foto pemandangannya.
Setelah lelah kami duduk di salah satu batang pohon di dekat pantai. Sambil bercanda dan tertawa kami menyaksikan matahari yang mulai menghilang di ujung langit. Matahari terbenam, langit orange menjadi gelap, hari berakhir dan kami beristirahat untuk melanjutkan petualangan esok hari.
to be continue..



