Minggu, 03 Maret 2019

Hai Meng.. Bye Meng..

Posted by with No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 

Hai geng, apa kabar? Gak kerasa tahun 2019 ini sudah mencapai bulan ketiga ya. Emm.. jadi postingan kali ini kalian mau dengar cerita tentang apa? Gw mau cerita sedikit tentang makhluk imut pertama yang jadi teman keluarga gw di rumah, boleh kan? boleh yaa... 😉

Suatu hari pada bulan puasa 2018 datang seekor makhluk lucu ke rumah gw. Kucing betina yang sudah dewasa dengan belang tiga, hitam-putih-orange. Si kucing ini selalu datang setiap hari ke depan rumah gw. Dan seperti tipikal kucing kampung pada umumnya, dia selalu ngorek-ngorek tempat sampah di depan rumah gw untuk mencari makanan. Kalau kami perhatikan, kucing ini selalu mengeong setiap kami lewat yang sudah jelas artinya minta makanan. Akhirnya gw dan nyokap memutuskan untuk memberikan sedikit makanan ke kucing itu (nasi campur lauk apa aja yang ada).

Setelah beberapa hari rutin kami beri makan nasi dan lauk pauk, gw memutuskan untuk membeli makanan kucing kemasan untuk si belang tiga (btw kami memanggil kucing itu dengan panggilan "Meng", ya nama yang sangat tidak kreatif). Jadi lah setiap pagi dan sore Meng kami beri makan, Meng ikut sahur dan buka puasa bareng. Satu minggu sebelum lebaran, Meng datang dengan membawa dua anak kucing lucu ke depan rumah. Singkat cerita, kedua anak kucing ini hilang entah kemana. Gw dengar dari tetangga ada yang membuang salah satu anaknya Meng ke tempat pembuangan sampah (kenapa dia tega banget).

Gak berapa lama, Meng yang ternyata kucing primadona hamil lagi. Gw gak ngerti kenapa dia bunting melulu. Gw dan nyokap akhirnya memberi sedikit perhatian ekstra ke Meng, tapi yang namanya belum pernah punya kucing jadi kami kurang paham tanda-tanda kucing mau melahirkan seperti apa. Setelah browsing di Google, gw tau kalau kucing akan mencari tempat yang hangat untuk melahirkan. Karena peyakit asma yang gw punya, Meng gak kami izinkan untuk masuk ke rumah. Tapi kami tetap menyediakan kardus yang cukup besar di depan rumah dengan banyak baju di dalamnya untuk menjaga Meng tetap hangat.

Ternyata itu gak cukup, suatu hari Meng datang dengan perut yang sudah kempes. Kami gak terlalu sadar akan hal itu, tapi entah kenapa seharian itu Meng mengeong terus. Setelah kami cek ternyata Meng sudah melahirkan, tapi dodolnya doi gak inget dimana bayi-bayi nya dia tinggalkan. Ketika gw buka pintu Meng selalu lari ke dalam rumah dan mengecek dapur untuk mencari anak-anaknya. Hampir dua hari Meng selalu mencari anak-anaknya ke dapur gw, nyokap yang juga pensaran mencari ke sudut-sudut sekitar rumah. Akhirnya anak-anak Meng ditemukan di dapur tetangga gw (Kesimpulannya Meng salah dapur. Doi melahirkan di dapur tetangga tapi nyari anaknya di dapur gw).

Meng - Hana - Hachi

Beberapa hari kemudian gw memutuskan untuk membeli sebuah keranjang besar yang cukup untuk Meng dan kedua anaknya. Gw, nyokap, dan Yana selalu menyempatkan diri untuk melihat Meng dan kedua kucing kecil itu. Mulai dari mereka berebut minum susu, ketika mereka mulai membuka mata di minggu ketiga, ketika mereka mulai berjalan di minggu kelima, sampai ketika kami menyuapi mereka dengan makanan lembek. Tapi ternyata hal ini gak berlangsung lama, gw gak tau kenapa tapi kedua anaknya Meng hilang lagi.

Ketika anak Meng hilang yang kedua kali, Meng lebih sedih lagi. Dia mengeong setiap malam seperti memanggil anak-anaknya. Nyokap juga sempat mencari berdua dengan Meng sampai agak jauh dari rumah tapi gak juga ketemu. Satu minggu setelah kejadian anaknya Meng pergi, doi sudah gak nangis lagi, Tapi mungkin doi masih trauma karena anaknya hilang terus, doi selalu marah setiap ada jantan yang mendekati. Meng itu beneran kucing primadona, banyak banget jantan yang ke rumah gw buat ngajakin doi kawin.

Akhir cerita pada 26 Februari 2019 Meng gak pulang ke rumah. Kami berpikir mungkin doi akan pulang keesokan harinya. Tapi keesokan paginya di waktu biasa kami memberi Meng makan, dia tidak datang dan masih belum datang sampai postingan ini gw buat.

Meng adalah kucing pertama yang bisa dibilang kami "pelihara". Gw yang memiliki penyakit asma ini benar-benar tidak boleh memiliki kontak dengan hewan dan benda berbulu. Dan hal itu membuat gw kurang berani mendekati hewan. Bisa dibilang gw, nyokap, dan Yana sudah benar-benar jatuh cinta sama Meng. Setiap pagi sebelum berangkat gw selalu pamit sama nyokap dan Meng. Malam hari setiap gw pulang kantor Meng selalu bangun dari tidurnya dan mendekati gw. Dan Meng yang selalu menjadi teman nyokap kalo gw lagi gak di rumah, nyokap ke warung diikutin sama Meng, nyokap pulang kerja disambut sama Meng di depan gerbang rumah. Hampir satu tahun Meng melakukan itu dan sekarang ketika dia pergi kami merasa kehilangan.

Dimanapun Meng berada, mudah-mudahan Meng selalu dilindungi Allah. Bagaimanapun, sampai sekarang kami selalu berharap Meng pulang dan menyambut kami di rumah. 😢

0 comments:

Posting Komentar