Minggu, 03 Maret 2019

Letter to Myself - Hi Me !!

Posted by with No comments
Assalamualaikum. Hi wi,

It's been a loongggg time. You've been 27 this year, how's that feel? 😁
Bersyukurlah sama Allah karena banyak banget berkah yang udah Allah berikan ke kamu sampai hari ini.

Gimana kabarmu? Dalam satu bulan ini kayaknya badan lagi gak fit banget ya. Demam, flu, sakit perut, mencret, ditabrak mobil, mata kering, macem-macem lah penyakitnya. Satu pertanyaan, apa kamu kurang perhatian sama badanmu sendiri? Memang gak salah jadi orang gemuk, tapi gemuk yang sehat. Mulai sekarang olahragalah, perbanyak gerak, jalan santai, atau mulai ikut zumba lagi (ya ngomong emang enak, tapi kalo sendirian mana seru?).

Sebenernya aku tahu di satu sisi kamu nyaman sama badanmu sendiri. Gimana orang bilang kalau walaupun gemuk tapi kamu segar. Tapi aku juga tahu ada satu waktu dimana kamu mulai gak nyaman ngelihat badanmu di cermin, atau ketika kamu kesulitan nyari baju. Jadi kita harus gimana? Cuma ada 2 pilihan : pertama, ya kamu diet biar lebih sehat lebih kurus. Atau pilihan kedua, kamu harus pede sama dirimu sendiri. Perbaiki sifatmu dan perbaiki agamamu, bukannya itu lebih penting? (We were working on it, I think).

Gimana keluarga? Gimana rasanya delapan tahun tinggal gak bareng-bareng sama anggota keluarga yang komplit? It's really hard at first, kita gak bisa ngerasain lagi duduk di meja makan sama-sama, rumah jadi agak sepi, tanggung jawab bukan hanya ke diri sendiri lagi tapi harus jadi kakak dan partner buat mama, but we could do this, right? Tinggal berdua bikin kita jadi lebih dekat sama mama. Gimana enggak, apa-apa ingetnya mama, mau ngapain ingetnya mama.

But, how about dad? Dulu setiap hari setiap saat papa ada di depan mata. Papa yang kita tau adalah sosok yang bekerja mencari nafkah, gak terlalu dekat karena jarang komunikasi. Tapi sekarang frekuensi ketemu papa cuma sekali seminggu. Yang artinya kita benar-benar punya quality time dan pertemuan kita selalu berarti di setiap minggunya. Now, Dad that I know is a dad who has a great love for his child, his daughters. Rasanya semua jadi lebih baik, sedih memang tapi kita harus menjalani kenyataan yang ada. (Allah gak akan memberi cobaan diluar kemampuan kita, ya kan?)

Kerjaan? Sudah terlalu nyaman dengan kantor yang sekarang? We work in a good company, I admit. Kita masuk ke kantor sebagai anak bawang yang gak tahu apa-apa. Bukan berarti sekarang kamu jadi tahu segalanya, enggak. Tapi dengan sediki pengalaman yang kamu miliki, kamu bisa tahu sampai dimana kemampuanmu dan apa aja yang bisa dan harus kamu lakukan untuk masa depanmu. Dari gak tahu apa-apa kamu jadi sedikit tahu tentang sesuatu. Tapi, apa mau disini terus?

Positifnya, Allah mengabulkan doa kita waktu itu. Ingat gak kamu pernah berdoa semoga mendapatkan tempat kerja yang bisa membuat agamamu lebih baik? this company did that. Dan juga jam kerjanya fleksible, satu kata : zona nyaman. Tapi sepertinya dalam beberapa tahun kedepan kamu harus berpikir soal tempat kerja baru, itupun kalau kamu masih mau mencari ilmu yang lebih dari sekarang (termasuk gaji lebih sih, 😁)

How about your social live? Setelah sekian lama kita sadar bahwa kita adalah tipe orang introvert. Teman yang kamu punya bisa dihitung dengan jari. Mau jalan-jalan pun ketemunya dia lagi dia lagi. It's so hard to claim someone as a bestfriend. Takutnya ketika kita anggap dia sahabat, dia cuma anggap kita teman biasa. Ketakutan yang enggak penting sebenarnya.

Aku tahu kamu berusaha untuk selalu ramah dan baik ke semua orang. That's not make you a good person tho, tapi setidaknya menyenangkan bisa melihat orang lain nyaman berada di sekitar kita. Tapi kadang ada aja orang yang sudah kita perlakukan dengan baik tapi tetap ngomongin kita di belakang. But again that's not your problem, that's their problem. Jadi, gimana caranya punya teman banyak? Agak bingung sih cari jawabannya, karena kita bukan tipikal orang yang bisa basa basi. Kecuali orang yang mau jadi teman kita itu juga berusaha dengan baik.

Last but not least. Kind of hate this topic, but still. Jodoh. "Come on, you're 27 and still single", many people said that. Honestly, you do think about a relationship. Dan diumur segini teman-teman kita sebagian besar sudah menikah bahkan ada yang udah punya anak. Ya, kamu takut untuk telat menikah. Tapi apa harus dipaksakan cari pasangan? Demi satu kata, jadi istri.

Sebenarnya ketakutan terbesar kamu adalah berharap. Berharap ke seseorang, berharap dia jodohmu. Berharap pasangan begini begitu, dan berharap tidak salah pilih karena kamu takut. Makanya berharap janga sama manusia, berharap sama rabb mu aja. Dia yang paling tahu dan dia maha segalanya.

Terima kasih udah jadi wanita hebat selama 27 tahun ini, masih panjang perjalanan kita. Kita harus jadi manusia yang lebih baik, harus jadi hamba yang lebih baik. Bismillah, ada Allah yang beserta kita.. 😉😊

0 comments:

Posting Komentar