Minggu, 29 Juli 2018

Secangkir Kopi dan Pencakar Langit (Book Review)

Posted by with No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 

Review kali ini lagi-lagi adalah buku karya penulis wattpad, Aqessa Aninda atau @fairywoodpaperink dengan judul "Secangkir Kopi dan Pencakar Langit". Buku ini sebenernya sudah tamat di versi wattpadnya. Kemudian naik cetak dalam bentuk buku, cerita yang ada di wattpad kemudian dihapus.

Sumber : wattpad

Pertama kali baca sinopsisnya gw pikir tokoh utama buku ini adalah Satrya, karena hampir 50% sinopsis menceritakan soal Satrya. 40% soal Athaya, dan Ghilman hanya beberapa kata.

Inti cerita adalah kisah cinta segitiga Satrya-Athaya-Ghilman yang bekerja disebuah perusahaan di Jakarta. Athaya yang katanya cewek cantik pinter udah kayak perawan di sarang penyamunnya divisi IT. Sedangkan Ghilman dan Satrya yang katanya cowok ganteng yang pada akhirnya rebutan Athaya.

Sebenarnya cerita di buku ini simple banget, dicintai atau mencintai. Ketika Athaya memutuskan untuk mencintai, dia bersedia menunggu Ghilman. Dan ketika Athaya mencoba untuk dicintai, dia berusaha untuk membalas cinta Satrya. Kira-kira Athaya jadinya sama siapa? Yuklah dibeli bukunya.


Judul:SECANGKIR KOPI DAN PENCAKAR LANGIT
Oleh:Aqessa Aninda
Penerbit:Elex Media Komputindo
Tanggal Terbit:Juni 2016
ISBN:978-602-02-8759-1
Halaman:352
Lebar x Panjang:12.5 cm x 19.5 cm
Harga:RP 59,800
Beli di:Toko Buku Gramedia
Rating:3.96 (447 rating Goodreads)

Buku ini memang berpusat pada Satrya-Athaya-Ghilman, tapi tentu saja ada tokoh-tokoh lain yang diciptakan oleh penulis dalam rangka menghidupkan suasana perkantoran di Jakarta. Contohnya geng cowok Ganesh, Radhian, Aldi, Davintara, dan Fajar yang hobby banget ngegodain cewek-cewek apalagi Athaya. Mungkin sebagian orang berpikir kalau ini gak penting, tapi pada kenyataanya cowok-cowok IT memang seperti itu (pengalaman kerja di IT Consultant 😁). Dunia IT yang akrab dengan laki-laki mungkin bisa dibilang seperti padang tandus buat mereka, gersang (hahahaha). Dan kalau ada cewek yang enak dilihat disana, mereka mirip kayak kucing rebutan ikan asing. Kadang asal njeblak dan kurang disaring (tapi tetap gak melampaui norma kesopanan ya). 😂

Yang agak gak masuk akal di buku ini adalah penggambaran tokoh-tokoh yang katanya ganteng, cantik, kemeja slim fit, rok pendek, dan high heels. Mungkin memang itu yang orang pikirkan soal pegawai kantoran, tapi bidang IT gak kayak gitu kakaaa...😁 Hasil pengelihatan gw selama beberapa tahun bekerja di bidang IT, cowok-cowoknya itu gak se-modis itu, yang penting mereka pakai kemeja-celana bahan-sepatu, udah kelar. Untuk yang cewek malah jarang yang pakai rok pendek dan high heels tinggi kayak enggrang, mungkin hanya segelintir, karena yang lain lebih nyaman dengan celana panjang bahkan rok panjang.

So, is it worth to buy? I would say yes. Gw baca buku ini pas banget waktu lagi sakit dan ditinggal sendirian di rumah dan karena capek tidur melulu. Gak kerasa bukunya habis cuma dalam beberapa jam. Kenapa bisa secepat itu? Karena bahasanya ringan, penggambaran cerita, tokoh, suasananya gak ribet, dan kalimatnya mudah dicerna.

Mulai penasaran? Baca sinopsis di bawah dulu ya.. 😉


OVERVIEW

Satrya nggak munafik, first impression seorang laki-laki terhadap perempuan pasti tampilan fisik dulu sebelum inner beauty. Namun teori itu terbantahkan ketika Satrya tanpa sengaja meminta bantuan Athaya, seorang IT system analyst yang begitu passionate dengan profesinya, dan juga dijaga habis-habisan sama cowok-cowok IT yang pada sayang sama 'dedek' mereka ini. Satrya bisa memilih cewek cantik mana saja untuk didekati—penampilan Satrya memang mampu bikin cewek-cewek melirik sekilas kepadanya. Tapi, ia memilih Athaya. Sedangkan Athaya diam-diam sudah lama memendam rasa pada Ghilman. Masalahnya... Ghilman sudah punya pacar.

Di tengah-tengah business district nomor satunya Jakarta, kopi, rokok, meeting, report, after office hour, cowok-cowok rapi dengan kemeja slim fit, kaki jenjang cewek-cewek dengan heels tujuh sentimeter, ada sepotong kisah cinta segitiga antara Athaya, Satrya, dan Ghilman. Siapakah yang akan Athaya pilih? Satrya yang menarik dan fun atau Ghilman yang baik hati serta gesture-nya yang selalu bikin jantung Athaya deg-degan? Benarkan dicintai rasanya lebih menyenangkan daripada mencintai?

Selasa, 10 Juli 2018

Rentang Kisah by Gita Savitri (Book Review)

Posted by with No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 

Beberapa hari sebelum lebaran kemarin, gw menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu tempat favorite gw yaitu toko buku. Seperti biasa, I have no idea what book that I want to buy. Dan seperti biasa lagi, gw muterin itu toko buku dari ujung ke ujung. Di salah satu deretan buku karangan William Shakespeare, ada buku Rentang Kisah ini.

Sumber : gagasmedia

Judul:Rentang Kisah
Oleh:Gita Savitri Devi
Penerbit:Gagasmedia
Tanggal Terbit:September 2017
ISBN:978-979-780-903-4
Halaman:216 hlmn
Lebar x Panjang:13 cm x 19 cm
Harga:RP 65,000
Beli di:Toko Buku Gramedia
Rating:3.89 (468 rating Goodreads)

Gw baca sinopsis belakangnya dan berpikir: oke, buku ini agak berat. gak ada lucu-lucunya. Gw adalah salah satu subscribernya Gita Savitri di Youtube. Cuma subscriber baru, tapi gw udah menonton beberapa videonya apalagi video-video "Beropini" nya dan gw mengambil kesimpulan kalo dia adalah orang yang berpikir kritis. Jadi wajar kalau bukunya aja se-serius itu.

Gw mencari ada dimana tumpukan buku ini, karena buku ini hanya ada satu di rak yang tadi. Akhirnya gw minta tolong ke petugas toko bukunya. Setelah melihat database buku, ternyata stoknya tinggal 8. Kalo bukunya tinggal dikit berarti laku, bisa jadi bukunya bagus, pikir gw. Akhirnya gw minta diambilin sama mbaknya dan gw belilah buku tersebut.

Seperti judulnya "Rentang Kisah", buku ini isinya ya kisahnya si Gita Savitri ini. Bagaimana dia berproses dari anak remaja keras kepala menjadi orang dewasa yang mungkin masih keras kepala. Sebagian besar buku berlatar di Jerman tempat dia menjalankan kuliah S1 nya. Dia menceritakan bagaimana proses dia bisa memutuskan untuk kuliah di Jerman, usahanya untuk masuk kuliah di sana, dan cerita kesehariannya disana.

Ada pula kisah bagaimana dia mendapatkan hidayah disana. Dia bukan mualaf, she is born as a Muslim. Tapi lahir sebagai muslim tidak serta merta membuat dia menjadi seorang muslimah yang sempurna. Yang menarik adalah kisah bagaimana dia belajar lebih banyak tentang agama yang dia bawa sejak lahir itu, menjadi muslimah yang lebih baik, bahkan bisa sampai mendukung orang terdekatnya menjadi seorang mualaf. Hal ini mengingatkan gw akan nasehat seorang Ustad, "Untuk menguatkan iman kita, gak ada salahnya membaca atau mendengar kisah hijrah seseorang." Dan cerita Gita Savitri akhirnya masuk ke dalam salah satu list gw.

"Banyak yang bilang, dunia adalah tempat manusia berlomba-lomba. Perlombaan apa yang sedang kita ikuti"

- Gita Savitri Devi, Rentang Kisah, 2017

So, is it worth to buy? I would say yes.. Buku ini inspiratif, iya. Buku ini bagus, iya. Tapi untuk kalian yang lebih suka cerita fiksi, mungkin bisa lihat-lihat ke rak yang lain dulu. Tapi kalau beli buku ini, gw rasa kalian gak akan menyesal.

Mau beli? Boleh dibaca dulu nih sinopsisnya.. 😉


OVERVIEW

Apa tujuan hidupmu?
Kalau itu ditanyakan kepadaku saat remaja, aku pasti nggak bisa
menjawabnya. Jangankan tujuan hidup, cara belajar yang benar saja aku nggak tahu. Setiap hari aku ke sekolah lebih suka bertemu teman-teman dan bermain kartu. Aku nggak tahu apa yang menjadi passion-ku. Aku sekadar menjalani apa yang ibu pilihkan untukku—termasuk melanjutkan kuliah di Jerman.

Tentu bukan keputusan mudah untuk hidup mandiri di negara baru. Selama 7 tahun tinggal di Jerman, banyak kendala aku alami; bahasa Jerman yang belum fasih membuat proses perkuliahan menjadi berat, hingga uang yang pas-pasan membuatku harus mengatur waktu antara kuliah dan kerja sambilan.

Semua proses yang sulit itu telah mengubahku; jadi mengenal diri sendiri, mengenal agamaku, dan memahami untuk apa aku ada di dunia. Buatku, kini hidup tak lagi sama, bukan hanya tentang aku, aku, dan aku. Tapi juga, tentang orangtua, orang lain, dan yang paling penting mensyukuri semua hal yang sudah Tuhan berikan.

The purpose to live a happy life is to always be grateful and don’t forget the magic word: ikhlas, ikhlas, ikhlas.


Selasa, 19 Juni 2018

Garis Waktu - Sebuah Perjalanan Menghapus Luka (Book Review)

Posted by with No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 

Ada yang kenal Fiersa Besari disini? Mungkin bukan kenal ya, tapi tau postingannya di twitter atau pernah denger laguu-lagu ciptaannya. Puitis? Ya pasti. Sama dengan buku "Garis Waktu" ini, satu kata begitu pertama kali membaca halaman pertamanya : puitis.

Sumber : mediakita

Judul:garis waktu
Oleh:Fiersa Besari
Penerbit:mediakita
Tanggal Terbit:September 2016
ISBN:978-979-794-525-1
Halaman:iv + 212 hlmn
Lebar x Panjang:13 cm x 19 cm
Harga:RP 58,000
Beli di:Toko Buku Gramedia
Rating:4.29 (1,534 rating Goodreads)

"Garis Waktu" berkisah tentang "Aku" sebagai tokoh utama dengan prosesnya ketika jatuh cinta kepada "Kamu" (iya, kamuu..😄) Di buku ini kita bisa menyelami kisah si "Aku" ketika dia baru merasakan jatuh cinta kepada si "Kamu", ketika mereka jadi sepasang kekasih, ketika mereka putus, bahkan sampai dengan proses hingga luka patah hatinya itu sembuh. Kisah ini terjadi dari April tahun pertama hingga Maret tahun kelima (gilak lama banget galaunya)

Yang menarik dari buku ini adalah bagaimana Fiersa Besari bisa menuangkan kisahnya menjadi puitis yang gak lebay dan mudah kita mengerti. Tapi yang namanya kisah yang disajikan dalam bentuk prosa, kalau yang baca lagi galau bisa jadi tambah galau. Tidak lupa penulis memberikan kutipan-kutipan seperti berikut yang disetiap akhir bab.

"Cinta bukan melepas, tapi merelakan.
Bukan memaksa, tapi memperjuangkan.
Bukan menyerah, tapi mengikhlas.
Bukan merantai, tapi memberi sayap."
- Fiersa Besari, garis waktu, 2016

Kalau gw pribadi masih kurang cocok sama buku tipe seperti ini. Kenapa? Karena buat gw buku ini masih terlalu puitis (apa karna gw gak punya hati jadi kurang cocok sama yang puitis?). Buktinya gw butuh waktu beberapa lama untuk menyelesaikan buku yang gak terlalu tebal ini. Bukan karena bukunya kurang bagus, tapi lebih karena gw nya yang gampang bosan.

So, is it worth to buy? maybe yes, but no for me. Kalau kalian adalah remaja atau orang dewasa yang sedang jatuh cinta atau galau, mungkin bisa menikmati buku ini dengan baik and you should buy this book.

Mau baca sinopsisnya? Ada nih di bawah. 😉


OVERVIEW

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada titik-titik kenangan tertentu.
Maka, ikhlaskan saja kalau begitu.
Karena sesungguhnya, yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.


Gajah Mini baca Ubur-ubur Lembur (Book Review)

Posted by with No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 

Akhirnya setelah tiga tahun dari buku terakhir "Koala Kumal", bulan Februari 2018 kemarin salah satu penulis beken indonesia (ciyee beken) Raditya Dika menelurkan karya baru nih gengs. Seperti buku-buku sebelumnya yang menggunakan judul dari dunia hewan, kali ini Raditya Dika memberi judul "Ubur-ubur Lembur".

Sumber : gagasmedia

Judul:Ubur-ubur Lembur
Oleh:Raditya Dika
Penerbit:Gagasmedia
Tanggal Terbit:1 Februari 2018
ISBN:9789797809157
Halaman:232
Lebar x Panjang:13 cm x 20 cm
Harga:RP 66,000
Beli di:Toko Buku Gramedia
Rating:4.09 (280 rating Goodreads)

Dari segi tampilan, desainer dan ilustrator berhasil membuat buku ini menjadi lebih imut dari buku-buku sebelumnya. Bukan karena cover buku-buku sebelumnya ada foto penulisnya langsung, bukan.haha.. Tapi gambar cover dan ilustrasi di buku ini tuh lucu banget menurut gw, komikal. Dan jujur aja, kalo gw lagi pengen beli buku tapi gak ada ide mau beli buku apa, biasanya sih gw pasti ngeliat covernya dulu (terlepas dari nama penulisnya ya).

Bukunya tentang apa? Sama kayak kakak-kakak nya, buku ini juga isinya kumpulan cerita dan pengalaman sehari-hari Raditya Dika. Masih dibungkus dengan humor-humor sederhana yang bikin kita ketawa pas bacanya. Dan buat kalian yang udah nonton (atau mungkin subscriber) video Stand Up Comedy nya Raditya Dika di Youtube pasti agak sedikit familiar dengan beberapa cerita yang ada di buku ini. Yah, karena emang ceritanya sama. Jangan takut, masih ada cerita-cerita lain yang gak kalah lucunya kok.

Tapi gak cuma sekedar buku lucu-lucuan, kita bisa mengambil banyak pelajaran dari cerita-cerita yang ada di buku ini. Contohnya di bab terakhir yang judulnya sama seperti judul bukunya, Raditya Dika menceritakan tentang proses bagaimana dia bisa menjadi penulis seperti sekarang dan setelah menjadi penulis apa saja yang dia rasakan.

"Perasaan paling bahagia menjadi seorang penulis adalah ketika pembaca kita melihat karya kita menjadi lebih dari yang karya itu maksudkan. Gue menulis buku hanya untuk "haha-hihi" dan mengingat-ingat kejadian seru yang gua alami, tetapi di mata pembaca lain, buku itu menjadi buku tentang harapan."
- Raditya Dika, Ubur-ubur Lembur, 2018

So, is it worth to buy? absolutely yes.. Waktu gw jalan-jalan ke toko buku sebenernya bingung mau beli buku apa, tapi begitu lihat buku ini gw langsung beli. Kenapa? karena menurut gw buku kayak gini tuh bisa me-refresh kita sedikit. Dengan mentertawakan hidup dan masih mengambil pelajaran dari semuanya. Raditya Dika bisa menyampaikan apa yang dia tuliskan dengan sangat baik. And that's really good  👍


OVERVIEW

Hal kedua yang gue nggak sempat kasih tahu Iman: jadi orang yang dikenal publik harus tahan dengan asumsi-asumsi orang. Misalnya, orang-orang penuh dengan asumsi yang salah. Gue kurusan dikit, dikomentarin orang yang baru ketemu, ‘Bang Radit, kurusan, deh. Buat film baru, ya?’ Gue geleng, ‘Enggak.’ Gue bilang, ‘Emang lagi diet aja.’ Dia malah balas bilang, ‘Ah, bohong! Paling abis putus cinta, kan?’

Giliran gue potong rambut botak, ada orang yang ketemu gue di mall nanya, ‘Wah botak sekarang? Lagi shooting Tuyul dan Mbak Yul Reborn, ya, Bang?’ Kalau udah gitu gue cuma terkekeh sambil jawab, ‘Enggak, lagi cosplayjadi kacang Sukro, nih.’

*****

Ubur-ubur Lembur adalah buku komedi Raditya Dika. Bercerita tentang pengalamannya belajar hidup dari apa yang dia cintai, sambil menemukan hal remeh untuk ditertawakan di sepanjang perjalanan. Seluruh bab di dalamnya diangkat dari kisah nyata.

Surprise.. Surprise..

Posted by with 1 comment
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 

Minal aidin wal faidzin buat semuanya, mohon maaf lahir dan bathin. Semoga amal ibadah kita pada Ramadhan kali ini di terima oleh Allah, semoga kita semua kembali fitrah, dan diberikan kesempatan dan kemampuan untuk bertemu lagi dengan Ramadhan berikutnya. Amiinn..

Yang spesial dilebaran kali ini adalah halal bihalal gw dengan sahabat-sahabat gw dari masa SMA dulu. Sekedar flashback, dulu gw sekolah di SMA 90 daerah Jakarta Selatan. Di tempat inilah gw bertemu dengan empat orang wanita hebat yang gw sebut sahabat ini. Skip bagian perkenalan (mungkin akan gw bahas satu persatu dari mereka di postingan lain), kita langsung ke inti cerita --> Surprise di dalam Surprise.
Ana uhibbuka fillah, girls.. 😘

Seperti Ramadhan orang-orang pada umumnya, setiap tahun pasti ada yang namanya rencana buka puasa bersama. Dan seperti kebanyakan orang-orang, rencana itu pasti susah banget terlaksana dan ujung-ujungnya hanya jadi wacana. Berbekal dari ketidakpastian bukber, kami memutuskan untuk bertemu setelah lebaran saja.

Tanggal 12 Juni 2018, Selvi chat gw di whatsapp yang isinya "wi, tanggal 17 sekalian bikin bridal shower buat Galih & Dini yuk," gw pun mengiyakan. Tapi sayangnya, gw dan Selvi yang kecerdasannya sebelas-dua belas ini gak ngerti apa-apa soal Bridal Shower. Beruntung kami punya Tika sang penyelamat dan acara Bridal Shower kami menemukan titik terang. Setelah diskusi panjang, kami semua sepakat untuk menyewa satu kamar hotel yang terletak di sebelah Bintaro Plaza.

Dilain sisi, gw ada ide tambahan yaitu birthday surprise untuk Selvi dan Tika karena mereka berdua berulang tahun diawal Juni kemarin. Maka, gw chat Galih dan Dini dan mengajak mereka membeli kue ulang tahun untuk Selvi dan Tika.

Fokus pertama adalah acara Bridal Shower, gw-Selvi-Tika sepakat untuk datang ke hotel sekitar pukul dua, tapi kami bilang ke Galih kalau janjiannya adalah setelah Ashar. Maksudnya sih supaya kami sempat untuk mendekorasi kamar sebelum Galih datang. Tapi Galih ini semangat banget pengen dateng lebih cepat. Jadilah gw dan Tika harus kucing-kucingan sama Galih dengan berbagai macam alasan (yang ada janji dulu lah, yang kereta lama lah, dll 😝😝) dan Galih sepertinya lumayan percaya.
Tim Bridal Shower

Yang namanya orang Indonesia gak jauh-jauh dari ngaret. Janjian pukul dua tapi kami check-in pukul tiga sore dan barang-barang untuk hiasan kamar belum kami beli. Beruntung hotelnya ada di sebelah mall, kami bertigapun pergi ke Gramedia untuk mencari barang yang kami butuhkan (flower crown, balon, bingkai foto, dll)

Masih ingat dengan fokus kedua gw yaitu Birthday Surprise, gw chat Galih untuk bertanya apakah dia sudah berangkat atau belum. Maksud gw sih ingin meminta tolong agar dia membelikan kue ulang tahunnya. Tapi ternyata Galih gak bisa karena katanya "barang bawaannya ribet." Gw muter otak, gimana caranya supaya ada waktu buat ngedekor dan tetap bisa beli kue?

Kemudian gw bilang ke Tika dan Selvi, "Gimana kalo kita dekor kamarnya nanti aja setelah Galih sampai? Biarin dia taro barangnya dulu di kamar. Trus nanti gw ajak Galih buat beli makan, gw bilang aja kalo gw laper." Selvi dan Tika mengiyakan ide gw. Disisi lain, gw bilang ke Galih "Nanti lo temenin gw ke BP ya buat cari kue, nanti gw bilang kalo gw laper trus minta temenin sama lo," dan tanpa curiga Galih juga mengiyakan. Oke sip, mereka percaya.

Sekitar pukul empat sore Galih sampai, setelah cipika cipiki dan haha hihi sebentar gw dan Galih berangkat ke Bintaro Plaza sesuai rencana. Kami berdua membeli kue ulang tahun yang tidak terlalu besar. Ketika kami meminta untuk diberikan tulisan di atas kuenya penjaga toko bilang "Kalau mau dibikin tulisan tunggu 15 menit ya kak," which is bagus karena lebih banyak waktu untuk Selvi & Tika menghias kamar. Selain itu, antrean kasirnya juga lumayan panjang.
Si Mbak yang Niupin Semua Balon

Ketika gw sedang mengantre, Tika whatsapp yang isinya "Wii, blm nih, jgn cpt2, setengah jam an," gw berpikir mau ngajak Galih kemana setengah jam?? Karena gak ada pilihan lain, gw pergi ke hokben dan bilang ke Galih kalau gw laper banget dan minta ditemenin makan (logikanya ngapain gw makan sendiri kalau lagi ada acara rame-rame, ya kan? 😁) Galih clueless dan dia menemani gw makan sampai kenyang. Ketika sedang makan, Dini yang tadinya gak bisa datang tiba-tiba sudah sampai di BP dan gw mengajak untuk bertemu di hokben.

Selesai makan, kami segera menuju kamar hotel. Sambil berjalan gw whatsapp Tika "Gw otw sama Galih dan Dini". Dini dan Galih ada sama gw dan bawa kue ulang tahun, Selvi dan Tika ada di kamar yang udah didekor, cakep, pikir gw. "Yang bawa kue jangan gw ya," kata gw ke Galih dan Dini, "Nanti kalian nyanyi yang kenceng." Sesampainya di depan kamar gw mengetuk pintu, Tika yang buka, Galih bawa kue, Galih dan Dini nyanyi dan masuk kamar.
Birthday Cake

Tika & Selvi kaget karena dinyanyiin selamat ulang tahun, Galih & Dini kaget karena ada tulisan "Bridal Shower" gede banget di kamar. Jadi sebenernya ini siapa yang ngagetin siapa? Gw?? Nyengir aja.. 😁😁
Hasil Karya Selvi & Tika

Pada akhirnya kedua acara itu berhasil. Tika & Selvi alhamdulillah suka dengan kue nya. Galih & Dini juga alhamdulillah suka sama Bridal Shower nya. Gak ada truth or dare, gak ada coret-coretan muka, tapi malam itu kami menunggu giliran untuk berkisah.
The Brides

Galih bercerita tentang bagaimana kisahnya dengan sang calon, begitu pula Dini. Selvi bercerita tentang hidupnya dan Tika bercerita tentang kisah cintanya. Gw? masih belum ada yang bisa diceritakan, kali ini gw jadi pendengar yang baik dulu.

Disela-sela cerita kami, kami menyiapkan hadiah kecil untuk kedua sahabat kami Galih dan Dini. Bukan hadiah yang mewah, tapi mudah-mudahan bisa jadi kenangan manis untuk mereka.
The Gifts

Dan begitulah akhir cerita Suprise di dalam Surprise kami.

Untuk Selvi dan Tika selamat ulang tahun, Barakallahu fii umrik. Semoga kalian sehat terus, usaha apapun dalam hal apapun semoga diberkahi Allah, semoga Allah memberikan hasil yang terbaik untuk hidup, cinta, pekerjaan dan semua hal dalam hidup kalian.

Untuk Galih dan Dini, selamat kalian akan menempuh tahapan yang baru dalam hidup kalian. Semoga persiapan pernikahannya lancar, tetap jaga kesehatan jangan sampai sakit karena terlalu sibuk. Semoga kalian bahagia dunia akhirat.

May Allah bless us with endless happiness. May Allah fulfill all our dreams and respon our duas. Amin.

Sabtu, 28 April 2018

Avengers : Infinity War (Movie Review) #FULLSPOILER

Posted by with No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 


Ada penggemar Marvel disini? Udah nonton "Avengers: Infinity War" belom? Gimana nih menurut kalian filmnya? Bagus? Kurang? Beyond expectation? Hmmm.. di postingan kali ini gw mau review sedikit nih, sebenernya bukan review ya tapi gw mau cerita tentang film ini. Kenapa bukan review? karena gw yakin di luar sana masih banyak orang-orang yang lebih mengerti soal film ini, jadi mereka yang lebih bisa menilai film ini sesuai sama jalan cerita di komiknya atau tidak. So, gw hanya menilai dari sisi penikmat awam. Tanpa panjang-panjang, sini sini tante ceritain ^_^

Note : postingan ini ada banyak spoilernya loh ya, jangan bete pas bacanya.hehe


Sumber : marvelspoileroficial

Film ini release tanggal 25 April 2018 kemarin, dan seperti film Avengers sebelumnya udah bisa di prediksi kalau bioskop pasti bakalan penuh sama para penonton yang penasaran sama film ini. Bahkan di salah satu (atau mungkin beberapa bioskop) film yang dimainkan di semua teater adalah film ini. Sebegitunya? yaiyalah kan Avengers.

"Cerita : 9 | Penokohan : 8 | Visual : 9 | Sound Effect/Scoring : 9 | Penyutradaraan : 9 | Nilai Akhir : 8,8/10"
- Sumber : kincir.com

Film ini ceritanya tentang supervillain Thanos (kenapa Thanosnya ungu? perasaan dulu biru) yang nyari Infinity Stones di seluruh jagat raya. Nah seperti film-film sebelumnya, geng Avengers yang akan berusaha mencegah niatnya si Thanos ini. Awal film dikasih tahu kalau Thanos lagi ngambil Tesseract dari Asgard. Kenapa Tesseract? Karena ternyata di dalam Tesseract ada Space Stone. Dapet gak? ya dapet lah, kalo gak dapet langsung abis filmnya dalam 15 menit doang. Pada akhirnya Asgard pun hancur dan yang bikin sedih, Heimdall dan Loki nya mati dibunuh Thanos. hiks hiks.. aa Thor yang sabar yaa..😗 

Buat kalian yang nonton "Thor Ragnarok" pasti tahu kalau Hulk stay di Asgard, doi ikut berantem nih di Asgard. Tapi kemudian di teleport ke Bumi sama Heimdall. Hulk muncul cuma di awal film aja dan sampai akhir dia tetap jadi Bruce Banner. Pas di Wakanda, Bruce tetap ikut berantem tapi pake semacam robot gitu, doi lebih mirip kayak Iron Man versi gemuk.

Nah, sasaran selanjutnya : Reality Stone, Vision Stone yang ada di kepalanya Vision, Time Stone yang dijaga Dr. Strange, Soul Stone yang ternyata cuma Gamora yang tau tempatnya (kalo kalian nonton "Guardian Galaxy 2", Gamora sempet bahas ini ke Nebula)

Inget gak di "Civil War" kemaren Captain America dan Iron Man berantem? Di "Infinity War" mereka masih belum baikan sepertinya, karena sepanjang film mereka gak ketemu. Sebenernya bukan belum baikan ya, tapi kayaknya Tony Stark masih enggan buat hubungin Captain akibat kejadian di "Civil War" kemarin (perkara Captain tahu orang tuanya Tony di bunuh sama Bucky tapi doi gak bilang). Ketika pesawat aliennya Thanos datang ke Bumi untuk nyamperin Dr. Strange, Tony Stark sempet ragu buat nelpon Steve dan pada akhirnya dia dan Spider Man ikut naik ke kapal alien karena Dr. Strange dibawa sama anak buahnya Thanos.

Captain America nya dimana? Doi dateng setelah sepertiga film bareng Black Widow dan Falcon untuk nyelamatin Vision dan Wanda yang lagi berantem sama anak buah Thanos (yap, Wanda and Vision is in a relationship). Pas doi muncul, cewe cewe satu bioskip histeris, ganteng banget Ya Allah, brewoknyaaa... Sebelumnya gw udh kepincut sama brewoknya Thor dan sekarang Captain ikutan geng brewok. Okeh, fix gw suka laki brewok sekarang, good job Capt.
Sumber : screenrant

Di film ini geng Guardian Galaxy juga ikut muncul nih. Mereka yang nemuin Thor yang melayang di ruang angkasa setelah Asgard dihancurin Thanos. Dan sepanjang cerita mereka terbagi jadi dua tim: Rocket dan Groot yang ikut Thor bikin senjata (Stormbreaker) untuk hancurin Thanos, sementara Quill, Gamora, Drax dan Mantis akan mencegah Thanos untuk dapet Reality Stone. Tapi pada akhirnya, Gamora malah dibawa sama bapaknya (a.k.a Thanos) dan mati karena dikorbankan oleh Thanos untuk dapet Soul Stone. Padahal katanya sih Thanos sayang banget sama anaknya ini. Pesan moral : villain juga punya hati.

Pertempurannya sendiri dibagi jadi dua tempat, di planet rumahnya Thanos dan di Wakanda.  Berdasarkan penerawangan Dr. Strange katanya ada satu cara untuk ngalahin Thanos. Akhirnya superhero yang ada di planet Thanos (Iron Man, Spider Man, Dr. Strange, Quill, Gamora, Drax, Mantis, dan Nebula) menyusun rencana, sarung tangan Thanos hampir bisa dilepas tapi gak jadi karna sesuatu (nonton hayok..hahaha).

Di Wakanda, anak buahnya Thanos datang untuk ngambil Vision Stone dan mereka bawa pasukan alien banyak banget yang kalo diliat dari jauh mirip kayak semut lagi gotong makanan. Tentu aja Black Panther dan pasukan wakandanya ikut bantu, malah disana ada si ganteng Bucky Barnes (yang juga brewokan). Dengan teknologi Wakanda, Captain dapet perisai baru (tapi sayangnya gak di tunjukin sehebat apa perisainya ini), Bruce dapet robot, dan Shuri adeknya T'Challa berusaha melepaskan Vision Stone tanpa membunuh Vision itu sendiri.

How's the ending? Buat kalian yang penganut paham happily ever after mungkin harus siap kecewa, karena ending film ini lebih dark dari film-film Marvel sebelumnya. Tadi di atas gw sempet cerita kalo Thor bikin Stormbreaker buat bunuh Thanos. He did, dan gw mikir "Mati tuh? Gampang amat matinya". Tapi si Thanos gak mati kakaaaa.. Dia pake kekuatan semua Infinity Stones yang udah dia dapet dan balikin waktu serta membunuh beberapa orang. And sadly, beberapa pahlawan kita ada yang mati karna itu (ada yang sedih gak disini?) Siapa aja yang mati? Nontonlaahhh,, 😁

Tapi setelah baca beberapa artikel ternyata di komik Infinity Gauntlet semua kejadian itu katanya akan ter-reset. Jadi pahlawan-pahlawan kita akan hidup lagi dan semuanya jadi happily ever after. Cuma nih, siap-siap kecewa aja incase ada beberapa yang tetap mati.

Cerita gw di atas gak semuanya loh, cuma spoiler. Kalo diceritain semuanya bisa jadi satu majalah broh. 😄 Jadi, gimana? Masih mau nonton? Ya nonton lah, bagus banget gitu filmnya.

Jumat, 02 Maret 2018

Resign! (Book Review)

Posted by with No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 


Hai gengs, apa kabar kalian?? Semoga sehat terus ya. Di postingan kali ini gw mau me-review sebuah novel metropop terbitan Gramedia Pustaka Utama yang judulnya Resign!.

Sumber : Website Gramedia

Judul : Resign!
Oleh : Almira Bastari
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit : 29 Januari 2018
ISBN : 9786020380711
Halaman : 288
Berat, Lebar x Panjang : 0.180 kg, 13.5 cm x 20 cm
Harga : RP 68,000
Beli di : Toko Buku Gramedia
Rating : 4.30 (443 rating Goodreads)

Pertama kali baca judulnya, jujur gw langsung nyengir kuda. Berasa kayak mendapat perintah, ilham, ide, untuk segera resign.haha.. Eits, tapi jangan keburu baper dulu. Enggak resign kok, belum. 😝

Inti cerita berpusat di satu geng yang diberi nama "The Cungpret" a.k.a Kacung Kampret yang bekerja di sebuah perusahaan konsultan, mereka adalah Alranita, Carlo, Karenina dan Andre.

Awalnya gw membayangkan buku ini bakalan diisi dengan cerita tokoh-tokohnya yang pada sikut-sikutan untuk bersaing siapa yang akan resign duluan (maklum, gw anak drama abis). Tapi ternyata enggak loh. The Cungpret emang pengen banget resign, tapi yang unik disini adalah nasib mereka yang selalu gagal resign. Padahal udah berbagai macam cara mereka lakuin. Tiba-tiba gak masuk, izin dengan alasan sakit atau alasan macem-macem, akting sakit sehari sebelumnya, sampai rajin beli jualan bos di tim lain. Dan hasilnya, mereka gagal dateng interview, udah interview gagal offering, atau ketahuan sama si bos. Padahal harapan mereka cuma satu, kalo gak bisa resign, setidaknya pindah divisi.

Di cerita ini ada seseorang bernama Tigran a.k.a Si Bos. Yang digambarkan dari buku ini, Tigran adalah sosok bos genius, tapi galak, tapi perfeksionis, tapi separuh paranormal. Karena dia tahu aja gitu kalo anak buahnya mulai melancarkan aksi-aksi aneh.

Dan yang namanya novel metropop, pasti gak lengkap kalo gak ada romancenya dong. Nah, ada nih cerita tentang si bos sama salah satu anak buahnya. Tingkah bos Tigran yang melancarkan pedekate terselubung, yang malah lebih mirip kayak stalker. Endingnya si bos jadi apa enggak sama cemcemannya?? Cuss, beli aja bukunya ya.

Salah satu keunikan dari buku ini adalah kutipan-kutipan ala cungpret yang di tampilkan disetiap awal bab. Kutipan-kutipan nya lucu, bikin nyengir, dan agak tersindir.hahaha

"Barang siapa yang cuti, maka pantas dicurigai."

- The Cungpret

Oh ya, kemaren gw sempet googling tentang buku ini. Ternyata buku ini adalah salah satu tulisan favorite yang ada di situs online wattpad dan sudah dibaca lebih dari 3 jura orang. waw.. Dan kabarnya lagi PO yang dibuka dari bulan Desember 2017 itu susah banget karena saking banyaknya orang yang pengen jadi orang pertama baca versi buku fisiknya. double waw..

No. 1 in Wattpad

So, is it worth to buy? absolutely yes.. Lihat aja berbagai macem keunikan yang udah gw ceritain di atas. Terlebih lagi buat kalian yang suka cerita yang ga terlalu berat, konflik yang sederhana dan terasa real (karena latar tempatnya sendiri rata-rata adalah kawasan perkantoran dan mall), buku ini cocok banget jadi temen minum kopi.

Masih galau mau beli atau enggak? Cus baca sinopsis di bawah dulu... 😄😄


Sinopsis

Kompetisi sengit terjadi di sebuah kantor konsultan di Jakarta. Empat anggota The Cungpret, alias kacung kampret, tak ada yang mengincar penghargaan pegawai terbaik, jabatan tertinggi, atau bonus terbesar. Namun mereka bertaruh dan saling sikut untuk resign!

Cungpret #1: Alranita Pegawai termuda tapi paling lama bertahan di sebuah tim yang dipimpin Bos Galak.
Cungpret #2: Carlo Pegawai yang baru menikah dan ingin mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi.
Cungpret #3: Karenina Pegawai senior yang selalu dianggap tidak becus tapi terus-menerus dijejali proyek baru.
Cungpret #4: Andre Pegawai senior kesayangan si bos yang berniat resign demi dapat menikmati kehidupan keluarga yang lebih normal dan seimbang.
Sang Bos: Tigran Genius, misterius, dan galak, tapi sukses dipercaya untuk memimpin timnya sendiri di usianya yang masih cukup muda.

Resign harusnya tidak sulit dilakukan, kecuali kamu memiliki bos yang punya radar kelas kakap dan mampu menjegal setiap usaha The Cungpret untuk segera hengkang dari kepemimpinannya. Pertanyaannya, siapakah yang akan memenangkan taruhan dan terbebas dari hukuman yang sudah ditentukan?

Minggu, 25 Februari 2018

Lebaran ke Ujung Genteng (Episode 3)

Posted by with No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 


Baca Episode 1 dan Episode 2 nya dulu.

Episode 3 : See You Again Ujung Genteng

Hari ke 3 - 1 Juli 2017 :

Hari ini adalah hari terakhir geng jomblo ini liburan di Ujung Genteng. Kami bangun pagi-pagi dan packing barang-barang, untuk sarapan kami memilih untuk masak indomie goreng (backpacker abis menunya).


Perjalanan Pulang

Pak Adang datang menjemput pukul 7 lewat dikit. Beliau yang akan mengantarkan kami ke dari penginapan sampai ke Surade. Tapi ditengah jalan tiba-tiba angkot Pak Adang keluar asap, angkotnya ngambek kali kami ajak jalan-jalan, mungkin dia sudah lelah. Akhirnya setelah 5 menit mengecek keadaan angkotnya akhirnya Pak Adang memutuskan untuk memberhentikan angkot lewat dan minta tolong agar mengantarkan kami sampai ke Surade (makasih banyak ya Pak Adang, sehat terus dan banyak rejeki.^_^)
Angkot Pak Adang

Sesampainya di surade gw pergi ke minimarket terdekat, karena belajar dari pengalaman waktu berangkat maka gw beli antimo. Mencegah lebih baik dari pada mabok lagi.

Elf pulang masih lebih bagus dari elf waktu berangkat kemarin. Gw pun membagikan antimo agar masing-masing orang minum satu. Dan kali ini gw, Mba Lele, dan Desi duduk di depan (kami kapok dangdutan di belakang). Entah karena antimo, atau kursi di depan, atau elf yang lebih bagus, alhamdulillah perjalanan kami aman tentram nyaman, kami ketiduran sepanjang jalan.

Sesampainya di Terminal Lembur Situ kami memutuskan untuk makan nasi terlebih dahulu. Kami makan di salah satu warteg, tapi namanya sembarang milih tempat makan yah rasanya gak recommend. Setelah itu kami melanjutkan naik angkot sampai ke Sukabumi.

Satu hal yang berbeda dari perjalanan pulang kemarin, Sukabumi - Bogor kali ini kami gak naik kereta, tapi naik elf lagi. Kenapa?? karena kami kehabisan tiket. Waktu itu Mas Andi cuma beli tiket berangkat karena tiket pulangnya sudah habis. Perjalanan dari Sukabumi ke Bogor sejujurnya gak begitu gw inget. Mungkin karena antimo yang masih ada pengaruhnya di gw, jadi gw lagi-lagi tidur sepanjang jalan. Satu hal yang gw inget adalah : jalanannya agak macet.

Elf itu berhenti dekat terminal Baranang Siang. Setelah turun tadinya kami berpikir untuk beli oleh-oleh mungkin makanan atau apa, tapi entah kenapa gak ada tempat yang menarik hati kami. Akhirnya yang kami lakukan adalah jalanan kaki dari Terminal Baranang Siang sampai ke Stasiun Bogor. Kami sempat mampir di Taman Sempur sebentar untuk istirahat, banyak jajanan disana.
Dan Duduklah di Pinggir Jalan

Singkat cerita kami sampai di Stasiun Bogor dengan berjalan kaki. Kami naik kereta tujuan Jatinegara dan turun di Manggarai kemudian pulang ke rumah masing-masing. Dan akhirnya petualangan 3 hari kami selesai sampai disana. Alhamdulillah..


Pengeluaran Ujung Genteng (3D2N)

Sesuai janji, berikut adalah detail pengeluaran kami selama di Ujung Genteng :

Penginapan : 1,500,000
KRL (Manggarai - Bogor) : 25,000
Kereta (Bogor - Sukabumi) : 80,000
Konsumsi (Total 3D2N) : 619,200
Angkot (Sukabumi - Terminal Lembur Situ) : 20,000
Elf (Lembur Situ - Surade) : 250,000
Angkot (Surade - Ujung Genteng) : 100,000
Angkot (Pantai Ujung Genteng - Penginapan) : 50,000
Charter Angkot : 550,000
Curug Cikaso (Tiket Masuk & Parkir) : 30,000
Curug Cigangsa (Tiket Masuk & Parkir) : 20,000
Villa Amanda Ratu (Tiket Masuk & Parkir) : 15,000
Elf (Surade - Lembur Situ) : 250,000
Angkot (Lembur Situ - Sukabumi) : 20,000
Elf (Sukabumi - Bogor) : 175,000
KRL (Bogor - Manggarai) : 25,000
                                                      Total : 3,729,200
                                                      Per Orang : 745,840

Jadi setelah di tung-itung-itang-itung, total pengeluaran kami per-orang adalah Rp 750,000. Sebenernya kalau kami pergi bukan pas musim libur mungkin bisa lebih murah. Tapi gapapa, yang penting liburan kali ini berhasil.

See you again next time..

Lebaran ke Ujung Genteng (Episode 2)

Posted by with No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 


Baca episode 1 nya disini.

Episode 2 : Explore Ujung Genteng

Hari ke 2 - 30 Juni 2017 :


1. Pantai Ujung Genteng

Sebelum memulai petualangan dengan angkot Pak Adang, pada malam harinya sebelum tidur kami sepakat untuk menyaksikan sunrise di pagi harinya. Berdasarkan penelusuran si Pak Ketua (Mas Andi yang punya ide untuk ke ujung genteng), Pantai Cibuaya itu gak terlalu keliatan sunrise nya, jadi kami mencari pantai yang lebih bagus view nya. Ada warga yang bilang kalau kami bisa ke tempat pelelangan ikan. Dan dengan sotoynya kami mencari tempat tersebut.

Kami bangun pagi-pagi sekali waktu masih gelap (abis solat subuh langsung caw), empat kepala (Mas Andi, Mas Chan, Desi, dan Gw) karena Mba Lele merasa lelah dan masih mau nambah istirahat. Ketika keluar penginapan pantai cibuaya ada di sebelah kanan, maka kami berjalan ke arah yang berlawanan. Berbekal ke sotoy-an dan Google Maps yang signalnya ilang-ilangan, kami mencari tempat tujuan kami dengan jalan kaki.

Sepuluh menit pertama kami masih menemukan rumah-rumah penginapan di kanan dan kiri, lima menit berikutnya jalanan mulai gelap dan nggak kelihatan apa-apa. Kami harus menyalakan aplikasi senter yang ada di handphone kami untuk melihat jalan. Jalanan di depan kami mulai jelek dan berlubang-lubang, "Ini kita yakin gak nyasar?". Dan lima menit berikutnya kami sudah ada di jalan raya dan langit sudah mulai terang.

Wokeh, jadi kita harus kemana? Masih penasaran atau balik ke penginapan? Kalau kami balik ke penginapan, kami gak dapat apa-apa cuma pegal doang. Masih nekat dan kami ikutin Mas Andi jalan ke arah kanan, terserah ujungnya dimana. Sekitar lebih dari lima menit kemudian kami sampai di sebuah tanah kosong yang cukup luas dengan banyak tumbuhan ilalang yang tinggi. Tapi ajaibnya kami mendengar suara ombak.. rasanya kayak orang lagi dehidrasi di padang pasir terus ketemu aqua botol.

Kami berlari menuju suara ombak tadi dan benar saja kami sampai disebuah pantai yang tidak terlalu ramai dengan pasir putih dan tidak ada sampah. Jalan kaki tanpa tahu arah selama 30 menit terbayar sudah.
Pantai Ujung Genteng

Setelah pulang dari Pantai Ujung Genteng, kami bersiap-siap, sarapan, kemudian naik ke angkot Pad Adang. Seperti yang sudah gw ceritakan di postingan sebelumnya (disini), kami menyewa angkot Pak Adang sampai esok hari kami akan pulang. Berbekal pengetahuan Pak Adang yang memang orang situ, kami duduk manis sampai ke tempat tujuan.


2. Curug Cikaso

Tujuan pertama adalah Curug Cikaso, Curug Cikasi adalah merupakan salah satu air terjun yang terletak di selatan Kabupaten Sukaumi. Air terjun ini juga dikenal sebagai Curug Luhur, namun nama Curug Cikaso lebih dikenal masyarakat sekitar dikarenakan aliran airnya berasal aliran airnya berasal dari anak Sungai Cikaso yaitu Sungai Cicurug (sumber : wikipedia)

Untuk menuju area air terjun kami bisa menempuh dua jalur yaitu naik getek dan jalan kaki. Karena masih tujuan pertama kami tidak keberatan untuk jalan kaki menuju air terjun. Kami melewati pematang sawah dan sedikit area mendaki, kurang dari 10 menit kami sudah sampai di dekat air terjun.
Curug Cikaso

Lagi-lagi karena sedang musim liburan, tempat tersebut sangat ramai pengunjung. Ini merupakan salah satu berkah untuk penjual disana, tapi sayangnya gw menemukan sedikit area dengan tumpukan sampah. Selain itu di tempat tersebut ada tanda larangan berenang, tetapi gw menemukan beberapa orang yang bandel dan tetap nyemplung, sangat disayangkan.

Terlepas dari itu, disana banyak tempat untuk beristirahat dengan beberapa warung dan penjual minuman seperti es kelapa. Setelah sesi foto-foto selesai, kami memilih untuk menikmati keramaian sambil minum es kelapa.

Tiket Masuk : 15.000 (6 orang & 1 mobil)
Parkir : 15.000


3. Curug Cigangsa

Kebetulan hari itu adalah hari Jumat. Kami sudah tiba di lokasi Curug Cigangsa sebelum azan jumat, penduduk setempat memberikan info bahwa khusu hari Jumat area curug baru dibuka setelah solat Jumat. Maka kami memutuskan untuk menunggu solat Jumat selesai (Mas Chan dan Pak Adang pergi solat Jumat di mesjid dekat situ. Mas Andi, Mba Lele, Desi, dan Gw menunggu di warung).

Setelah solat Jumat dan solat Dzuhur, kami melanjutkan perjalanan. Yang tidak kami ketahui (atau mungkin cuma gw yang gak tahu) ternyata kami harus menuruni anak tangga yang cukup banyak untuk dapat sampai ke area air terjun. Perjalanan turun menuju curug selow gak ada hambatan, perjalanan naik?? Jangan tanya.. Lumayan buat olahraga.
Curug Cigangsa dari Atas

Judulnya sama-sama curug, kenyataanya memang gak terlalu beda antara Curug Cikaso dan Curug Cigangsa, sama-sama air terjun. Tapi Curug Cigangsa lebih sepi dan lebih bersih. Entah karena waktu kami sampai disana memang bukan jamnya wisatawan datang atau memang selalu sepi seperti itu?Dan seperti biasa, sesi foto-foto pun dimulai.
Curug Cigangsa

Tiket Masuk & Parkir : 20.000


4. Villa Amanda Ratu

Konon katanya, di daerah ujung genteng ada satu tempat yang keindahannya mirip dengan Tanah Lot di Bali. Namanya adalah Villa Amanda Ratu. Hal ini membuat kami penasaran dan menjadikannya salah satu tujuan yang ingin kami sambangi. Dari jalan raya menuju ke dalam villa cukup jauh, untungnya ada angkot Pak Adang jadi kami tidak perlu jalan kaki.
Villa Amanda Ratu

Dan seperti inilah penampakan pantai di Villa Amanda Ratu. Kita bisa berjalan lebih dekat ke arah laut dengan melewati anak tangga yang ada disana tapi jika kalian turun sampai ke ujung, kalian tidak akan menemukan pasir pantai karena yang ada adalah pinggiran tebing. Saran gw, jangan terlalu lama ada di sana karena anginnya kenceng banget, bisa bikin masuk angin. Dan kalau ditanya mirip atau enggak sama Tanah Lot, bisa dibilang agak mirip tapi enggak begitu mirip juga.

Tiket Masuk : 15.000 (6 orang & 1 mobil)


5. Pantai Pangumbahan (Penangkaran Penyu)

Destinasi terakhir kami di hari itu adalah Pantai Pangumbahan. Kami sampai ke Pantai Pangumbahan kira-kira pukul 4 sore. Kami solat terlebih dahulu di musholla dekat situ (saran gw, buat yang muslim sebaiknya bawa perlengkapan solat sendiri karena disana mukenanya cuma sedikit).

Jalan masuk ke area pantai adalah tempat penangkaran penyu hijau. Kami melewati kandang kecil kemudian beberapa pohon (yang gw lupa itu pohon apa, yang jelas pohonnya tinggi). FYI, Desi dan Mas Andi excited banget mau kesini (menurut gw) mereka bilang pantainya bagus banget. Dan itu cukup bikin gw penasaran. Karena sebelum keluar dari area pepohonan, suara ombak yang sangat kencang terdengar di kuping gw. Dan ketika gw sampai di sumber suara, benar saja, tempat itu indah banget.
Kandang Penyu ? (di Samping Pintu Masuk)

Pasir disana bersih dan hangat, air nya jernih dan suara ombaknya merdu banget walaupun bikin kaget. Gak salah teman-teman lain seneng banget disini. Tempat ini tuh kayak penyejuk dimata gw (caelah..). Mas Chan mulai sesi foto-fotonya, Mba Lele, Gw, dan Desi sibuk gak jelas, dan Mas Andi memandang jauh ke arah laut (semacam kayak lagi syuting FTV). Gw melihat ke sekililing ada cukup banyak orang disana, bahkan ada pasangan yang sedang foto pre-wed.

Tidak lama kemudian acara pelepasan penyu pun di mulai. Penyu-nya kecil-kecil banget imut segede jempol gw. Penyu-penyu tersebut di sebar di pinggir pantai dan mereka berjuang menuju air. Sayangnya gak ada satupun foto yang bisa gw abadikan terkait momen ini. Karena balik lagi ke faktor musim liburan, jadi pengunjungnya banyak banget dan mereka mengerubungi penyu-penyu tersebut. Adik-adik penyu tersebut seketika jadi artis cilik.
Sunset di Pantai Pangumbahan

Sebelum pulang tidak lupa kami mengabadikan moment sunset di pantai tersebut.

to be continue..