Selasa, 19 Juni 2018

Garis Waktu - Sebuah Perjalanan Menghapus Luka (Book Review)

Posted by with No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 

Ada yang kenal Fiersa Besari disini? Mungkin bukan kenal ya, tapi tau postingannya di twitter atau pernah denger laguu-lagu ciptaannya. Puitis? Ya pasti. Sama dengan buku "Garis Waktu" ini, satu kata begitu pertama kali membaca halaman pertamanya : puitis.

Sumber : mediakita

Judul:garis waktu
Oleh:Fiersa Besari
Penerbit:mediakita
Tanggal Terbit:September 2016
ISBN:978-979-794-525-1
Halaman:iv + 212 hlmn
Lebar x Panjang:13 cm x 19 cm
Harga:RP 58,000
Beli di:Toko Buku Gramedia
Rating:4.29 (1,534 rating Goodreads)

"Garis Waktu" berkisah tentang "Aku" sebagai tokoh utama dengan prosesnya ketika jatuh cinta kepada "Kamu" (iya, kamuu..😄) Di buku ini kita bisa menyelami kisah si "Aku" ketika dia baru merasakan jatuh cinta kepada si "Kamu", ketika mereka jadi sepasang kekasih, ketika mereka putus, bahkan sampai dengan proses hingga luka patah hatinya itu sembuh. Kisah ini terjadi dari April tahun pertama hingga Maret tahun kelima (gilak lama banget galaunya)

Yang menarik dari buku ini adalah bagaimana Fiersa Besari bisa menuangkan kisahnya menjadi puitis yang gak lebay dan mudah kita mengerti. Tapi yang namanya kisah yang disajikan dalam bentuk prosa, kalau yang baca lagi galau bisa jadi tambah galau. Tidak lupa penulis memberikan kutipan-kutipan seperti berikut yang disetiap akhir bab.

"Cinta bukan melepas, tapi merelakan.
Bukan memaksa, tapi memperjuangkan.
Bukan menyerah, tapi mengikhlas.
Bukan merantai, tapi memberi sayap."
- Fiersa Besari, garis waktu, 2016

Kalau gw pribadi masih kurang cocok sama buku tipe seperti ini. Kenapa? Karena buat gw buku ini masih terlalu puitis (apa karna gw gak punya hati jadi kurang cocok sama yang puitis?). Buktinya gw butuh waktu beberapa lama untuk menyelesaikan buku yang gak terlalu tebal ini. Bukan karena bukunya kurang bagus, tapi lebih karena gw nya yang gampang bosan.

So, is it worth to buy? maybe yes, but no for me. Kalau kalian adalah remaja atau orang dewasa yang sedang jatuh cinta atau galau, mungkin bisa menikmati buku ini dengan baik and you should buy this book.

Mau baca sinopsisnya? Ada nih di bawah. 😉


OVERVIEW

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada titik-titik kenangan tertentu.
Maka, ikhlaskan saja kalau begitu.
Karena sesungguhnya, yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.


Gajah Mini baca Ubur-ubur Lembur (Book Review)

Posted by with No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 

Akhirnya setelah tiga tahun dari buku terakhir "Koala Kumal", bulan Februari 2018 kemarin salah satu penulis beken indonesia (ciyee beken) Raditya Dika menelurkan karya baru nih gengs. Seperti buku-buku sebelumnya yang menggunakan judul dari dunia hewan, kali ini Raditya Dika memberi judul "Ubur-ubur Lembur".

Sumber : gagasmedia

Judul:Ubur-ubur Lembur
Oleh:Raditya Dika
Penerbit:Gagasmedia
Tanggal Terbit:1 Februari 2018
ISBN:9789797809157
Halaman:232
Lebar x Panjang:13 cm x 20 cm
Harga:RP 66,000
Beli di:Toko Buku Gramedia
Rating:4.09 (280 rating Goodreads)

Dari segi tampilan, desainer dan ilustrator berhasil membuat buku ini menjadi lebih imut dari buku-buku sebelumnya. Bukan karena cover buku-buku sebelumnya ada foto penulisnya langsung, bukan.haha.. Tapi gambar cover dan ilustrasi di buku ini tuh lucu banget menurut gw, komikal. Dan jujur aja, kalo gw lagi pengen beli buku tapi gak ada ide mau beli buku apa, biasanya sih gw pasti ngeliat covernya dulu (terlepas dari nama penulisnya ya).

Bukunya tentang apa? Sama kayak kakak-kakak nya, buku ini juga isinya kumpulan cerita dan pengalaman sehari-hari Raditya Dika. Masih dibungkus dengan humor-humor sederhana yang bikin kita ketawa pas bacanya. Dan buat kalian yang udah nonton (atau mungkin subscriber) video Stand Up Comedy nya Raditya Dika di Youtube pasti agak sedikit familiar dengan beberapa cerita yang ada di buku ini. Yah, karena emang ceritanya sama. Jangan takut, masih ada cerita-cerita lain yang gak kalah lucunya kok.

Tapi gak cuma sekedar buku lucu-lucuan, kita bisa mengambil banyak pelajaran dari cerita-cerita yang ada di buku ini. Contohnya di bab terakhir yang judulnya sama seperti judul bukunya, Raditya Dika menceritakan tentang proses bagaimana dia bisa menjadi penulis seperti sekarang dan setelah menjadi penulis apa saja yang dia rasakan.

"Perasaan paling bahagia menjadi seorang penulis adalah ketika pembaca kita melihat karya kita menjadi lebih dari yang karya itu maksudkan. Gue menulis buku hanya untuk "haha-hihi" dan mengingat-ingat kejadian seru yang gua alami, tetapi di mata pembaca lain, buku itu menjadi buku tentang harapan."
- Raditya Dika, Ubur-ubur Lembur, 2018

So, is it worth to buy? absolutely yes.. Waktu gw jalan-jalan ke toko buku sebenernya bingung mau beli buku apa, tapi begitu lihat buku ini gw langsung beli. Kenapa? karena menurut gw buku kayak gini tuh bisa me-refresh kita sedikit. Dengan mentertawakan hidup dan masih mengambil pelajaran dari semuanya. Raditya Dika bisa menyampaikan apa yang dia tuliskan dengan sangat baik. And that's really good  👍


OVERVIEW

Hal kedua yang gue nggak sempat kasih tahu Iman: jadi orang yang dikenal publik harus tahan dengan asumsi-asumsi orang. Misalnya, orang-orang penuh dengan asumsi yang salah. Gue kurusan dikit, dikomentarin orang yang baru ketemu, ‘Bang Radit, kurusan, deh. Buat film baru, ya?’ Gue geleng, ‘Enggak.’ Gue bilang, ‘Emang lagi diet aja.’ Dia malah balas bilang, ‘Ah, bohong! Paling abis putus cinta, kan?’

Giliran gue potong rambut botak, ada orang yang ketemu gue di mall nanya, ‘Wah botak sekarang? Lagi shooting Tuyul dan Mbak Yul Reborn, ya, Bang?’ Kalau udah gitu gue cuma terkekeh sambil jawab, ‘Enggak, lagi cosplayjadi kacang Sukro, nih.’

*****

Ubur-ubur Lembur adalah buku komedi Raditya Dika. Bercerita tentang pengalamannya belajar hidup dari apa yang dia cintai, sambil menemukan hal remeh untuk ditertawakan di sepanjang perjalanan. Seluruh bab di dalamnya diangkat dari kisah nyata.

Surprise.. Surprise..

Posted by with 1 comment
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 

Minal aidin wal faidzin buat semuanya, mohon maaf lahir dan bathin. Semoga amal ibadah kita pada Ramadhan kali ini di terima oleh Allah, semoga kita semua kembali fitrah, dan diberikan kesempatan dan kemampuan untuk bertemu lagi dengan Ramadhan berikutnya. Amiinn..

Yang spesial dilebaran kali ini adalah halal bihalal gw dengan sahabat-sahabat gw dari masa SMA dulu. Sekedar flashback, dulu gw sekolah di SMA 90 daerah Jakarta Selatan. Di tempat inilah gw bertemu dengan empat orang wanita hebat yang gw sebut sahabat ini. Skip bagian perkenalan (mungkin akan gw bahas satu persatu dari mereka di postingan lain), kita langsung ke inti cerita --> Surprise di dalam Surprise.
Ana uhibbuka fillah, girls.. 😘

Seperti Ramadhan orang-orang pada umumnya, setiap tahun pasti ada yang namanya rencana buka puasa bersama. Dan seperti kebanyakan orang-orang, rencana itu pasti susah banget terlaksana dan ujung-ujungnya hanya jadi wacana. Berbekal dari ketidakpastian bukber, kami memutuskan untuk bertemu setelah lebaran saja.

Tanggal 12 Juni 2018, Selvi chat gw di whatsapp yang isinya "wi, tanggal 17 sekalian bikin bridal shower buat Galih & Dini yuk," gw pun mengiyakan. Tapi sayangnya, gw dan Selvi yang kecerdasannya sebelas-dua belas ini gak ngerti apa-apa soal Bridal Shower. Beruntung kami punya Tika sang penyelamat dan acara Bridal Shower kami menemukan titik terang. Setelah diskusi panjang, kami semua sepakat untuk menyewa satu kamar hotel yang terletak di sebelah Bintaro Plaza.

Dilain sisi, gw ada ide tambahan yaitu birthday surprise untuk Selvi dan Tika karena mereka berdua berulang tahun diawal Juni kemarin. Maka, gw chat Galih dan Dini dan mengajak mereka membeli kue ulang tahun untuk Selvi dan Tika.

Fokus pertama adalah acara Bridal Shower, gw-Selvi-Tika sepakat untuk datang ke hotel sekitar pukul dua, tapi kami bilang ke Galih kalau janjiannya adalah setelah Ashar. Maksudnya sih supaya kami sempat untuk mendekorasi kamar sebelum Galih datang. Tapi Galih ini semangat banget pengen dateng lebih cepat. Jadilah gw dan Tika harus kucing-kucingan sama Galih dengan berbagai macam alasan (yang ada janji dulu lah, yang kereta lama lah, dll 😝😝) dan Galih sepertinya lumayan percaya.
Tim Bridal Shower

Yang namanya orang Indonesia gak jauh-jauh dari ngaret. Janjian pukul dua tapi kami check-in pukul tiga sore dan barang-barang untuk hiasan kamar belum kami beli. Beruntung hotelnya ada di sebelah mall, kami bertigapun pergi ke Gramedia untuk mencari barang yang kami butuhkan (flower crown, balon, bingkai foto, dll)

Masih ingat dengan fokus kedua gw yaitu Birthday Surprise, gw chat Galih untuk bertanya apakah dia sudah berangkat atau belum. Maksud gw sih ingin meminta tolong agar dia membelikan kue ulang tahunnya. Tapi ternyata Galih gak bisa karena katanya "barang bawaannya ribet." Gw muter otak, gimana caranya supaya ada waktu buat ngedekor dan tetap bisa beli kue?

Kemudian gw bilang ke Tika dan Selvi, "Gimana kalo kita dekor kamarnya nanti aja setelah Galih sampai? Biarin dia taro barangnya dulu di kamar. Trus nanti gw ajak Galih buat beli makan, gw bilang aja kalo gw laper." Selvi dan Tika mengiyakan ide gw. Disisi lain, gw bilang ke Galih "Nanti lo temenin gw ke BP ya buat cari kue, nanti gw bilang kalo gw laper trus minta temenin sama lo," dan tanpa curiga Galih juga mengiyakan. Oke sip, mereka percaya.

Sekitar pukul empat sore Galih sampai, setelah cipika cipiki dan haha hihi sebentar gw dan Galih berangkat ke Bintaro Plaza sesuai rencana. Kami berdua membeli kue ulang tahun yang tidak terlalu besar. Ketika kami meminta untuk diberikan tulisan di atas kuenya penjaga toko bilang "Kalau mau dibikin tulisan tunggu 15 menit ya kak," which is bagus karena lebih banyak waktu untuk Selvi & Tika menghias kamar. Selain itu, antrean kasirnya juga lumayan panjang.
Si Mbak yang Niupin Semua Balon

Ketika gw sedang mengantre, Tika whatsapp yang isinya "Wii, blm nih, jgn cpt2, setengah jam an," gw berpikir mau ngajak Galih kemana setengah jam?? Karena gak ada pilihan lain, gw pergi ke hokben dan bilang ke Galih kalau gw laper banget dan minta ditemenin makan (logikanya ngapain gw makan sendiri kalau lagi ada acara rame-rame, ya kan? 😁) Galih clueless dan dia menemani gw makan sampai kenyang. Ketika sedang makan, Dini yang tadinya gak bisa datang tiba-tiba sudah sampai di BP dan gw mengajak untuk bertemu di hokben.

Selesai makan, kami segera menuju kamar hotel. Sambil berjalan gw whatsapp Tika "Gw otw sama Galih dan Dini". Dini dan Galih ada sama gw dan bawa kue ulang tahun, Selvi dan Tika ada di kamar yang udah didekor, cakep, pikir gw. "Yang bawa kue jangan gw ya," kata gw ke Galih dan Dini, "Nanti kalian nyanyi yang kenceng." Sesampainya di depan kamar gw mengetuk pintu, Tika yang buka, Galih bawa kue, Galih dan Dini nyanyi dan masuk kamar.
Birthday Cake

Tika & Selvi kaget karena dinyanyiin selamat ulang tahun, Galih & Dini kaget karena ada tulisan "Bridal Shower" gede banget di kamar. Jadi sebenernya ini siapa yang ngagetin siapa? Gw?? Nyengir aja.. 😁😁
Hasil Karya Selvi & Tika

Pada akhirnya kedua acara itu berhasil. Tika & Selvi alhamdulillah suka dengan kue nya. Galih & Dini juga alhamdulillah suka sama Bridal Shower nya. Gak ada truth or dare, gak ada coret-coretan muka, tapi malam itu kami menunggu giliran untuk berkisah.
The Brides

Galih bercerita tentang bagaimana kisahnya dengan sang calon, begitu pula Dini. Selvi bercerita tentang hidupnya dan Tika bercerita tentang kisah cintanya. Gw? masih belum ada yang bisa diceritakan, kali ini gw jadi pendengar yang baik dulu.

Disela-sela cerita kami, kami menyiapkan hadiah kecil untuk kedua sahabat kami Galih dan Dini. Bukan hadiah yang mewah, tapi mudah-mudahan bisa jadi kenangan manis untuk mereka.
The Gifts

Dan begitulah akhir cerita Suprise di dalam Surprise kami.

Untuk Selvi dan Tika selamat ulang tahun, Barakallahu fii umrik. Semoga kalian sehat terus, usaha apapun dalam hal apapun semoga diberkahi Allah, semoga Allah memberikan hasil yang terbaik untuk hidup, cinta, pekerjaan dan semua hal dalam hidup kalian.

Untuk Galih dan Dini, selamat kalian akan menempuh tahapan yang baru dalam hidup kalian. Semoga persiapan pernikahannya lancar, tetap jaga kesehatan jangan sampai sakit karena terlalu sibuk. Semoga kalian bahagia dunia akhirat.

May Allah bless us with endless happiness. May Allah fulfill all our dreams and respon our duas. Amin.