السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Review kali ini lagi-lagi adalah buku karya penulis wattpad, Aqessa Aninda atau @fairywoodpaperink dengan judul "Secangkir Kopi dan Pencakar Langit". Buku ini sebenernya sudah tamat di versi wattpadnya. Kemudian naik cetak dalam bentuk buku, cerita yang ada di wattpad kemudian dihapus.
Pertama kali baca sinopsisnya gw pikir tokoh utama buku ini adalah Satrya, karena hampir 50% sinopsis menceritakan soal Satrya. 40% soal Athaya, dan Ghilman hanya beberapa kata.
Inti cerita adalah kisah cinta segitiga Satrya-Athaya-Ghilman yang bekerja disebuah perusahaan di Jakarta. Athaya yang katanya cewek cantik pinter udah kayak perawan di sarang penyamunnya divisi IT. Sedangkan Ghilman dan Satrya yang katanya cowok ganteng yang pada akhirnya rebutan Athaya.
Sebenarnya cerita di buku ini simple banget, dicintai atau mencintai. Ketika Athaya memutuskan untuk mencintai, dia bersedia menunggu Ghilman. Dan ketika Athaya mencoba untuk dicintai, dia berusaha untuk membalas cinta Satrya. Kira-kira Athaya jadinya sama siapa? Yuklah dibeli bukunya.
Yang agak gak masuk akal di buku ini adalah penggambaran tokoh-tokoh yang katanya ganteng, cantik, kemeja slim fit, rok pendek, dan high heels. Mungkin memang itu yang orang pikirkan soal pegawai kantoran, tapi bidang IT gak kayak gitu kakaaa...😁 Hasil pengelihatan gw selama beberapa tahun bekerja di bidang IT, cowok-cowoknya itu gak se-modis itu, yang penting mereka pakai kemeja-celana bahan-sepatu, udah kelar. Untuk yang cewek malah jarang yang pakai rok pendek dan high heels tinggi kayak enggrang, mungkin hanya segelintir, karena yang lain lebih nyaman dengan celana panjang bahkan rok panjang.
So, is it worth to buy? I would say yes. Gw baca buku ini pas banget waktu lagi sakit dan ditinggal sendirian di rumah dan karena capek tidur melulu. Gak kerasa bukunya habis cuma dalam beberapa jam. Kenapa bisa secepat itu? Karena bahasanya ringan, penggambaran cerita, tokoh, suasananya gak ribet, dan kalimatnya mudah dicerna.
Mulai penasaran? Baca sinopsis di bawah dulu ya.. 😉
OVERVIEW
Satrya nggak munafik, first impression seorang laki-laki terhadap perempuan pasti tampilan fisik dulu sebelum inner beauty. Namun teori itu terbantahkan ketika Satrya tanpa sengaja meminta bantuan Athaya, seorang IT system analyst yang begitu passionate dengan profesinya, dan juga dijaga habis-habisan sama cowok-cowok IT yang pada sayang sama 'dedek' mereka ini. Satrya bisa memilih cewek cantik mana saja untuk didekati—penampilan Satrya memang mampu bikin cewek-cewek melirik sekilas kepadanya. Tapi, ia memilih Athaya. Sedangkan Athaya diam-diam sudah lama memendam rasa pada Ghilman. Masalahnya... Ghilman sudah punya pacar.
Di tengah-tengah business district nomor satunya Jakarta, kopi, rokok, meeting, report, after office hour, cowok-cowok rapi dengan kemeja slim fit, kaki jenjang cewek-cewek dengan heels tujuh sentimeter, ada sepotong kisah cinta segitiga antara Athaya, Satrya, dan Ghilman. Siapakah yang akan Athaya pilih? Satrya yang menarik dan fun atau Ghilman yang baik hati serta gesture-nya yang selalu bikin jantung Athaya deg-degan? Benarkan dicintai rasanya lebih menyenangkan daripada mencintai?
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Review kali ini lagi-lagi adalah buku karya penulis wattpad, Aqessa Aninda atau @fairywoodpaperink dengan judul "Secangkir Kopi dan Pencakar Langit". Buku ini sebenernya sudah tamat di versi wattpadnya. Kemudian naik cetak dalam bentuk buku, cerita yang ada di wattpad kemudian dihapus.
![]() |
| Sumber : wattpad |
Pertama kali baca sinopsisnya gw pikir tokoh utama buku ini adalah Satrya, karena hampir 50% sinopsis menceritakan soal Satrya. 40% soal Athaya, dan Ghilman hanya beberapa kata.
Inti cerita adalah kisah cinta segitiga Satrya-Athaya-Ghilman yang bekerja disebuah perusahaan di Jakarta. Athaya yang katanya cewek cantik pinter udah kayak perawan di sarang penyamunnya divisi IT. Sedangkan Ghilman dan Satrya yang katanya cowok ganteng yang pada akhirnya rebutan Athaya.
Sebenarnya cerita di buku ini simple banget, dicintai atau mencintai. Ketika Athaya memutuskan untuk mencintai, dia bersedia menunggu Ghilman. Dan ketika Athaya mencoba untuk dicintai, dia berusaha untuk membalas cinta Satrya. Kira-kira Athaya jadinya sama siapa? Yuklah dibeli bukunya.
![]() |
Sumber : aqessa.blogspot.com
|
| Judul | : | SECANGKIR KOPI DAN PENCAKAR LANGIT |
| Oleh | : | Aqessa Aninda |
| Penerbit | : | Elex Media Komputindo |
| Tanggal Terbit | : | Juni 2016 |
| ISBN | : | 978-602-02-8759-1 |
| Halaman | : | 352 |
| Lebar x Panjang | : | 12.5 cm x 19.5 cm |
| Harga | : | RP 59,800 |
| Beli di | : | Toko Buku Gramedia |
| Rating | : | 3.96 (447 rating Goodreads) |
Buku ini memang berpusat pada Satrya-Athaya-Ghilman, tapi tentu saja ada tokoh-tokoh lain yang diciptakan oleh penulis dalam rangka menghidupkan suasana perkantoran di Jakarta. Contohnya geng cowok Ganesh, Radhian, Aldi, Davintara, dan Fajar yang hobby banget ngegodain cewek-cewek apalagi Athaya. Mungkin sebagian orang berpikir kalau ini gak penting, tapi pada kenyataanya cowok-cowok IT memang seperti itu (pengalaman kerja di IT Consultant 😁). Dunia IT yang akrab dengan laki-laki mungkin bisa dibilang seperti padang tandus buat mereka, gersang (hahahaha). Dan kalau ada cewek yang enak dilihat disana, mereka mirip kayak kucing rebutan ikan asing. Kadang asal njeblak dan kurang disaring (tapi tetap gak melampaui norma kesopanan ya). 😂
Yang agak gak masuk akal di buku ini adalah penggambaran tokoh-tokoh yang katanya ganteng, cantik, kemeja slim fit, rok pendek, dan high heels. Mungkin memang itu yang orang pikirkan soal pegawai kantoran, tapi bidang IT gak kayak gitu kakaaa...😁 Hasil pengelihatan gw selama beberapa tahun bekerja di bidang IT, cowok-cowoknya itu gak se-modis itu, yang penting mereka pakai kemeja-celana bahan-sepatu, udah kelar. Untuk yang cewek malah jarang yang pakai rok pendek dan high heels tinggi kayak enggrang, mungkin hanya segelintir, karena yang lain lebih nyaman dengan celana panjang bahkan rok panjang.
So, is it worth to buy? I would say yes. Gw baca buku ini pas banget waktu lagi sakit dan ditinggal sendirian di rumah dan karena capek tidur melulu. Gak kerasa bukunya habis cuma dalam beberapa jam. Kenapa bisa secepat itu? Karena bahasanya ringan, penggambaran cerita, tokoh, suasananya gak ribet, dan kalimatnya mudah dicerna.
Mulai penasaran? Baca sinopsis di bawah dulu ya.. 😉
OVERVIEW
Satrya nggak munafik, first impression seorang laki-laki terhadap perempuan pasti tampilan fisik dulu sebelum inner beauty. Namun teori itu terbantahkan ketika Satrya tanpa sengaja meminta bantuan Athaya, seorang IT system analyst yang begitu passionate dengan profesinya, dan juga dijaga habis-habisan sama cowok-cowok IT yang pada sayang sama 'dedek' mereka ini. Satrya bisa memilih cewek cantik mana saja untuk didekati—penampilan Satrya memang mampu bikin cewek-cewek melirik sekilas kepadanya. Tapi, ia memilih Athaya. Sedangkan Athaya diam-diam sudah lama memendam rasa pada Ghilman. Masalahnya... Ghilman sudah punya pacar.
Di tengah-tengah business district nomor satunya Jakarta, kopi, rokok, meeting, report, after office hour, cowok-cowok rapi dengan kemeja slim fit, kaki jenjang cewek-cewek dengan heels tujuh sentimeter, ada sepotong kisah cinta segitiga antara Athaya, Satrya, dan Ghilman. Siapakah yang akan Athaya pilih? Satrya yang menarik dan fun atau Ghilman yang baik hati serta gesture-nya yang selalu bikin jantung Athaya deg-degan? Benarkan dicintai rasanya lebih menyenangkan daripada mencintai?



